Tampilkan postingan dengan label Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study


BAHAN BELAJAR MANDIRI 

Topik Lesson study
Jumlah Jam 4 jam tatap muka
(4 x 50 menit);
4 jam tugas terstruktur (4 x 60 menit);
dan 4 jam tugas mandiri (4 x 60 menit)
________________________________________
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study sebaiknya dibahas sebelum BBM Generik Penelitian Tindakan
Kelas, karena lesson study ini dijadikan suatu pola belajar dalam mengimplementasikan program belajar BERMUTU terutama dalam membahas Penelitian Tindakan Kelas.
A. PENGANTAR
Istilah lesson study masih relatif asing di kalangan sebagian besar guru di Indonesia. Sesungguhnya, lesson study telah lama berkembang di Jepang, yakni sekitar abad ke-19. Namun baru masuk dan mulai dikembangkan di Indonesia sekitar akhir 2004 oleh para tenaga ahli JICA (Jepang International Cooperation Agency) melalui program IMSTEP (Indonesian Mathematics and Science Teaching Education Project). Kemudian dilanjutkan pengembangannya melalui Program SISTTEMS (Strengthening In-Service Teacher Training of Mathematics and Science Education at Junior Secondary Level) pada Tahun 2006 - 2008, dan juga PELITA (Program for Enhancing Quality of Junior Secondary Enducation) pada Tahun 2009 – 2012.
Apa sesungguhnya lesson study itu? Banyak kalangan yang kurang memahami lesson study, mereka menganggap lesson study sebagai suatu pendekatan, metode atau model pembelajaran layaknya pembelajaran kooperatif, inkuiri, CTL, atau sejenisnya. Ada yang mengidentikkan lesson study dengan PTK. Bahkan ada yang memahami lesson study layaknya latihan mengajar seperti microteaching. Untuk dapat memahami dengan tepat apa itu lesson study, maka dalam BBM ini guru peserta belajar akan dipandu untuk mempelajarinya.
1. Kedudukan Topik Lesson study
Lesson study didiskusikan di KKG/MGMP/MKKS/MKPS sebelum membahas BBM Generik PTK untuk memberikan pemahaman apa, mengapa, dan bagaimana lesson study dilaksanakan sebagai model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik
2. Pentingnya mempelajari Lesson study
Lesson study perlu dipahami karena dalam program belajar BERMUTU digunakan tiga pendekatan utama, yaitu Lesson study, Penelitian Tindakan Kelas, dan Case Study. BBM Lesson study ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu acuan dan panduan teknis pelaksanaan lesson study di KKG/MGMP, khususnya dalam implementasi program BERMUTU maupun pada kegiatan pengembangan guru di luar program BERMUTU. Dengan demikian diharapkan lesson study dapat menjadi suatu pola kegiatan KKG/MGMP yang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak putaran KKG/MGMP yang lebih konsisten dan efektif.

3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan lesson study meliputi:
• konsep dan prinsip lesson study;
• cara merancang pembelajaran yang efektif dalam kegiatan lesson study;
• cara melaksanakan pembelajaran yang diobservasi (open class) secara efektif;
• tatacara diskusi refleksi yang efektif.
4. Petunjuk Kegiatan
Kegiatan untuk mempelajari lesson study ini akan difokuskan pada pemahaman konsep lesson study kemudian berlatih mempraktikkan tahapan kegiatan lesson study yang meliputi perencanaan pembelajaran (plan) , melaksanakan pembelajaran open lesson (do), dan diskusi refleksi hasil observasi pembelajaran open lesson (see).

5. Penilaian
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar guru dilakukan berdasarkan pemahaman konsep lesson study dan kinerja mereka waktu berlatih mempraktikkan tahapan lesson study, serta produk berupa RPP dan catatan hasil observasi pada waktu open lesson.
B. KOMPETENSI DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi dan indikator pencapaian kompetensi yang ingin dicapai dari kegitan belajar di KKG/MGMP adalah sebagai berikut.
Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi
Memahami konsep lesson study dan mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar di KKG/MGMP. 1. menjelaskan pengertian lesson study secara konseptual dan praktis;
2. menjelaskan prinsip-prinsip lesson study;
3. menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan lesson study ;
4. menjelaskan alasan tentang perlunya guru melakukan kegiatan lesson study untuk meningkatkan kompetensinya;
5. menjelasakan pentingnya penyusunan rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan open lesson;
6. menyebutkan langkah-langkah penyusunan rencana pembelajaran untuk open lesson dalam lesson study;
7. menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran yang baik;
8. menyusun rencana pembelajaran yang operasional untuk pelaksanaan open class yang efektif;
9. menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan open class;
10. melaksanakan open class secara efektif;
11. melaksanakan observasi pembelajaran secara cermat;
12. menjelaskan pentingnya kegiatan refleksi dalam lesson study
13. menjelaskan rambu-rambu pelaksanaan refleksi yang interaktif dan efektif;
14. melaksanakan kegiatan diskusi refleksi secara interaktif dan efektif;
15. merencanakan tindak lanjut dari kegiatan lesson study.


C. PERSIAPAN
Untuk membelajarkan lesson study kepada peserta belajar di KKG/MGMP, pemandu hendaknya melakukan persiapan sebagai berikut.
• Mempelajari kegiatan belajar yang dirancang dalam BBM ini.
• Mempelajari bahan bacaan yang terdapat dalam BBM ini dan bahan bacaan yang disarankan.
• Menyiapkan alat/bahan yang diperlukan dalam sesi pembahasan topik lesson study.
• Berkoordinasi dengan kepalas sekolah inti untuk pelaksanaan pembelajaran open class (open lesson).

D. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar yang dapat digunakan guru peserta dalam kegiatan ini antara lain sebagai berikut.

No Judul Keterangan
1 Konsep dan Prinsip Lesson study Lampiran 1 atau artikel di internet
2 Rambu-rambu Penyusunan Rencan Pembelajaran dalam kegiatan Lesson study Lampiran 2
3


4 Rambu-rambu pelaksanaan open class dan observasi pembelajaran
Lembar Observasi Pembelajaran dalam Kegiatan Lesson study Lampiran 3


Lampiran 4
5 Panduan Pengamatan Pembelajaran dalam Kegiatan Lesson study Lampiran 5
6 Teknik Moderasi dalam Diskusi Refleksi Lampiran 6
E. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan pembahasan topik Lesson study dialokasikan selama 2 x pertemuan (@ 200 menit). Kegiatan belajar dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan dibagi dalam dua sesi. Kegiatan belajar pada pertemuan pertama sesi pertama ditekankan pada membelajarkan peserta untuk memahami konsep lesson study. Kegiatan belajar pada pertemuan pertama sesi kedua ditekankan pada keterampilan peserta dalam merancang pembelajaran. Pertemuan kedua sesi pertama peserta melaksanakan kegiatan open lesson dan observasi pembelajaran, sedangkan pada pertemuan kedua sesi kedua peserta melakukan diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi pembelajaran.

a. Alur pembelajaran pada pertemuan pertama sesi pertama: Konsep Lesson study

Penjelasan Alur Kegiatan Pertemuan I
Kegiatan belajar sesi pertama: Konsep Lesson study
Kegiatan 1. Pendahuluan (5 menit)
Pada kegiatan pendahuluan guru/kepala sekolah/pengawas sekolah pemandu menginformasikan kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, kegiatan belajar yang akan dilakukan, dan hasil belajar yang diharapkan dalam pertemuan ini. selanjutnya ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal peserta. Pertanyaan yang dapat diajukan, misalnya:
• Apakah Ibu/Bapak ada yang sudah mengetahui atau melaksanakan lesson study?
• Apa yang Ibu/Bapak pahami tentang Lesson study?
Untuk menyamakan pemahaman tentang Lesson study, ajaklah peserta mengkaji bahan bacaan 1: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Lesson study (Lampiran 1)

Kegiatan 2. Mengkaji Bahan Bacaan
(10 menit)
Guru/kepala sekolah/pengawas sekolah peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri atas 4-5 orang. Peserta belajar secara individual membaca bahan bacaan 1 tentang Apa, mengapa, dan Bagaimana Lesson study dan setelah selesai membaca mereka diminta menjawab pertanyaan dalam bagian evaluasi.

Kegiatan 3. Diskusi kelas (30 menit)
Pemandu memandu diskusi kelas untuk menyamakan pemahaman peserta tentang konsep lesson study. Diskusi dapat diawali dengan membahas jawaban pertanyaan-pertanyaan yang ada pada bagian evaluasi pada bahan bacaan 1.
Setelah diskusi ini diharapkan indikator pencapaian kompetensi no. 1 sam 4 dapat tercapai.

Kegiatan 4. Menyusun rangkuman
(10 menit)
Setelah peserta belajar memahami konsep lesson study baik dari hasil bacaan maupun diskusi, pemandu meminta mereka untuk membuat rangkuman materi pada bahan bacaan 1. Rangkuman dapat berupa skema/bagan/peta pikir/peta konsep.

Kegiatan 5. Evaluasi/refleksi diri
(5 Menit)
Pemandu meminta setiap peserta untuk mengevaluasi diri pencapaian pemahaman mereka tentang konsep lesson study. Evaluasi diri dapat mengacu pada pencapaian indikator 1 s.d 4 dengan memberikan nilai dari 10 sd 100.

Kegiatan 6. Penjelasan tugas
(5 menit)
Pemandu menginformasikan tugas terstruktur 1, yaitu peserta diminta untuk mencari dan membaca bahan bacaan tentang konsep lesson study dari berbagai sumber belajar. Selanjutnya, pemandu menginformasikan topik yang akan dididiskusikan pada sesi kedua, yaitu merancang pembelajaran dalam lesson study.

b. Alur pembelajaran pada pertemuan pertama sesi kedua: Merancang Pembelajaran dalam Lesson study



Penjelasan Alur Kegiatan
Pertemuan ke-1
Kegiatan belajar sesi kedua: Merencanakan Pembelajaran (plan)
Kegiatan 1. Pendahuluan (5 menit)
Pada kegiatan pendahuluan guru/kepala sekolah/pengawas sekolah pemandu menjelaskan indikator pencapaian kompetensi, kegiatan belajar yang akan dilakukan, dan hasil belajar yang diharapkan dalam sesi kedua ini. selanjutnya ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal peserta. Pertanyaan yang dapat diajukan, misalnya:
• Ibu/Bapak bagaimanakah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang baik?
• Apa saja langkah-langkah yang Ibu/Bapak lakukan ketika merancang RPP?
Untuk menyamakan pemahaman tentang cara penyusunan rencana pembelajaran, ajaklah peserta membaca bahan bacaan 2 Rambu-rambu Penyusunan Rencana Pembelajaran dalam kegiatan Lesson study (sumber belajar 2).

Kegiatan 2. Mengkaji Bahan Bacaan
(15 menit)
Guru peserta duduk per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang. Peserta belajar secara individual membaca bahan bacaan 2 tentang Rambu-rambu Penyusunan Rencana Pembelajaran dalam kegiatan Lesson study dan setelah selesai membaca mereka diminta menjawab pertanyaan dalam bagian evaluasi.
Kegiatan 3. Diskusi kelas (30 menit)
Pemandu memandu diskusi kelas untuk memilih topik yang akan dibuat RPP-nya, pendekatan/metode/model pembelajaran yang akan digunakan, langkah-langkah pembelajaran, dan penentuan guru model.
Mintalah anggota/peserta belajar menuliskan keputusan dan kesepakatan hasil diskusi.


Kegiatan 4. Menyusun Rencana
Pembelajaran (60 menit)
Setelah peserta belajar menyepakati topik dan model pembelajaran yang akan dibuat RPP nya, peserta belajar bersama-sama membuat RPP dalam format RPP dan menyiapkan perangkat pembelajaran lainnya dengan berbagi tugas.

Kegiatan 5. Presentasi Skenario
(20 Menit)
Pemandu meminta guru model yang sudah ditunjuk oleh peserta untuk mempresentasikan skenario pembelajaran yang telah dibuat bersama, peserta lain menyimak dan memberi tambahan jika masih diperlukan.

Kegiatan 6. Evaluasi/refleksi diri
(5 menit)
Pemandu meminta setiap peserta untuk mengevaluasi diri pencapaian pemahaman mereka tentang konsep lesson study. Evaluasi diri dapat mengacu pada pencapaian indikator 5 s.d 8 dengan memberikan nilai dari 10 sd 100.
c. Alur pembelajaran pada pertemuan kedua, sesi pertama: Melaksanakan Pembelajaran yang diobservasi (Open lesson)

Penjelasan Alur
Kegiatan Pertemuan kedua
Kegiatan belajar sesi pertama: Open lesson dan Observasi (Do)
Kegiatan 1. Pendahuluan
(5 menit)
Pada kegiatan pendahuluan guru pemandu menyampaikan rencana kegiatan open lesson hari ini dan meminta peserta belajar melakukan persiapan.
Kegiatan 2. Presentasi Skenario Pembelajaran (15 menit)
Pemandu menanyakan kepada guru model apakah ada perubahan RPP atau skenario pembelajaran dari rencana semula yang sudah didiskusikan. Jika ada, pemandu meminta guru model untuk mempresentasikan. Selanjutnya guru model diminta membagikan foto kopi perangkat pembelajaran. Setelah presentasi perubahan RPP (jika ada), pemandu membagikan sumber belajar 3,4 dan 5: lembar observasi dan panduan pengamatan pembelajaran (observasi) dalam kegiatan lesson study. Mintalah peserta untuk mempelajarinya terlebih dahulu dan memahami benar apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada waktu observasi pembelajaran.

Kegiatan 3. Pelaksanaan Pembelajaran dan Observasi (70-80 menit)
Pemandu membawa peserta ke kelas observasi, dan mempersilakan guru model melaksanakan pembelajaran, sedangkan peserta lainnya sebagai pengamat.
Kegiatan 4.
Membuat catatan hasil observasi
(10 menit)
Setelah melakukan observasi, peserta yang melakukan pengamatan pembelajaran diminta menyusun kembali catatan hasil temuan tentang aktivitas belajar siswa yang menarik untuk didiskusikan dalam kegiatan refleksi.

Kegiatan 5.
Menuliskan pengalaman berharga
(10 Menit)
Sebelum kegiatan refleksi, pemandu meminta guru model dan peserta menuliskan pengalaman berharga yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran dan observasi.
d. Alur pembelajaran pada pertemuan keempat: Melakukan Diskusi Refleksi



Penjelasan Alur Kegiatan
Pertemuan ke -2
Kegiatan belajar sesi kedua
: Refleksi (See)
Kegiatan 1. Pendahuluan (5 menit)
Pada kegiatan pendahuluan guru pemandu menyampaikan rencana kegiatan untuk melakukan diskusi refleksi hasil observasi pembelajaran open lesson. Selanjutnya informasikan indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan dicapai peserta pada kegiatan belajar ini.

Kegiatan 2.
Penjelasan Rambu-rambu Refleksi
(15 menit)
Pemandu menginformasikan rambu-rambu dan langkah-langkah dalam melakukan diskusi refleksi dengan menggunakan sumber belajar 6: Teknik Moderasi dalam Diskusi Refleksi.

Kegiatan 3. Pelaksanaan Diskusi Refleksi
(40 menit)
Guru Pemandu memimpin berperan sebagai moderator untuk memandu diskusi refleksi, seorang peserta menjadi notulis diskusi. Pemandu/moderator mempersilahkan guru model untuk menyampaikan refleksi diri dari kegiatan pembelajaran open lesson yang telah dilakukan. Setelah itu moderator meminta peserta belajar lain memberikan komentar berdasarkan hasil pengamatannya demikian seterusnya. Pada kegiatan diskusi refleksi ini, guru pemandu memodelkan apa yang tertulis dalam rambu-rambu teknik moderasi dalam diskusi refleksi agar menjadi contoh bagi peserta belajar jika melakukan lesson study di sekolahnya.


Kegiatan 4. Refleksi diri
(10 menit)
• Setelah selesai diskusi refleksi, pemandu meminta peserta belajar untuk menuliskan refleksi diri (dalam jurnalnya) berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan lesson study, khususnya tahap observasi dan refleksi. Refleksi diri tersebut diutamakan pada dua hal, yakni bagaimana cara menyampaikan komentar secara santun, disertai fakta, analitis, mendalamdan disertai alternatif dann pengalaman berharga yang diperoleh.

Kegiatan 5. Penutup
(5 Menit)
Setelah mengetahui hasil refleksi diri peserta belajar mengenai lesson study, pemandu memberikan tugas terstruktur 2, yaitu meminta peserta belajar untuk merencanakan dan melakukan tindak lanjut. Kepada guru model, jika perlu merevisi rencana pembelajaran yang telah dilaksanakan pada waktu open lesson. Kepada peserta belajar lain yang telah menjadi pengamat, meminta melakukan penyesuaian RPP yang digunakan pada waktu open lesson untuk digunakan di kelasnya masing-masing.
Selain itu kepada mereka diminta terus belajar menjadi guru model, pengamat, dan juga meoderator.
F. PENILAIAN
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar peserta pelatihan meliputi aspek pemahaman konsep lesson study dan produk RPP yang dihasilkan dari belajar tatap muka di KKG dan laporan tugas terstruktur.

Instrumen Penilaian Aspek Pemahaman Konsep Lesson study
1. Jelaskan pengertian lesson study secara konseptual, singkat dan jelas!
2. Jelaskan, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan lesson study secara praktis?
3. Sebutkan prinsip penting dalam lesson study!
4. Sebutkan tahap-tahap dalam melaksanakan lesson study!
5. Jelaskan apa pentingnya lesson study dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru atau pendidik!
6. Jelaskan pentingnya penyusunan rencana pembelajaran sebelum pelaksanaan open class!
7. Sebutkan langkah-langkah penyusunan rencana pembelajaran yang lengkap dan operasional!
8. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran yang baik!
9. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan open class agar kegiatan berjalan lancar, efektif dan efisien!
10. Dimana sebaiknya pengamat mengambil posisi berdiri agar dapat melakukan pengamatan dengan jelas dan tidak mengganggu siswa.
11. Mengapa pengamat tidak boleh intervensi kepada
siswa atau guru model?
12. Jelaskan mengapa open class tidak sama dengan peer teaching atau microteaching!
13. Sebutkan rambu-rambu agar dapat melakukan pengamatan pembelajaran secara cermat dan efektif!
14. Jelaskan pentingnya kegiatan refleksi dalam lesson study!
15. Jelaskan secara garis besar rambu-rambu pelaksanaan refleksi yang interaktif dan efektif!
16. Jelaskan rambu-rambu cara menyamapaikan komentar dalam refleksi!
17. Mengapa pengamat disarankan untuk tidak mengkritik guru model dalam kegiatan refleksi.
G. TUGAS TERSTURUKTUR

1. Carilah bahan bacaan/literatur lain mengenai lesson study!
2. Setelah mengikuti kegiatan lesson study, cobalah untuk merencanakan dan melakukan tindak lanjut berdasarkan hasil observasi dan refleksi. Lakukanlah pembelajaran di sekolah Anda dengan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman baik dari lesson study! 
LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1: Bahan bacaan 1
APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA LESSON STUDY
A. Pengertian Lesson study
Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkat hasil pembelajaran (Garfield, 2006). Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus. Menurut Walker (2005) Lesson study adalah suatu metode pengembangan profesional guru. Menurut Lewis (2002) ide yang terkandung di dalam lesson study sebenarnya singkat dan sederhana, yakni jika seorang guru ingin meningkatkan pembelajaran, salah satu cara yang paling jelas adalah melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Secara lebih operasional lesson study adalah kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru untuk guna mengetahui efektivitas dari suatu pembelajaran. Kegiatan seperti dilakukan secara terus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru, Dengan guru akan menjadi lebih profesional di dalam menjalankan tugasnya. Di Indonesia, lesson study juga dapat diartikan sebagau suatu model pembinaan profesi pendidik melalui peng¬kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

B. Langkah-langkah Pelaksanaan Lesson study
Dalam praktiknya ada beberapa variasi atau penyesuian cara melakasanakan lesson study. Lewis (2002) menyarankan ada enam
tahapan dalam awal mengimplementasikan lesson study di sekolah.
Tahap 1: Membentuk kelompok lesson study, yang antara lain berupa kegiatan merekrut anggota kelompok, menyusun komitmen waktu khusus, menyusun jadwal pertemuan, dan menyetujui aturan kelompok.
Tahap 2: Memfokuskan lesson study, dengan tiga kegiatan antara utama, yakni: (a) menyepakati tema penelitian (research theme) tujuan jangka panjang bagi murid; (b) memilih cakupan materi; (c) memilih unit pembelajaran dan tujuan yang disepakati.
Tahap 3: Merencanakan rencana pelmbelajaran (Research Lesson), yang meliputi kegiatan melakukan pengkajian pembelajaran yang telah ada, mengembangkan petunjuk pembelajaran, meminta masukan dari ahli dalam bidang studi dari luar (dosen atau guru lain yang berpengalaman).
Tahap 4: Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi). Dalam hal ini pembelajaran dilakukan oleh salah seorang guru anggota kelompok dan anggota yang lain menjadi pengamat. Pengamat tidak diperkenankan melakukan intervensi terhadap jalannya pembelajaran baik kepada guru maupun siswa.
Tahap 5: Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran, yang telah dilaksanakan. Diskusi dan analisis sebaiknya mencakup butir-butir: refleksi oleh instruktur, informasi latar belakang anggota kelompok, presentasi dan diskusi data dari hasil pengamatan pembelajaran, diskusi umum, komentar dari ahli luar, dan ucapan terima kasih.
Tahap 6: Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya. Pada tahap ini anggota kelompok diharapkan berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Apakah berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pembelajaran ini menjadi lebih baik?, apakah akan mengujicobakan di kelas masing-masing?, dan anggota kelompok sudah puas dengan tujuan-tujuan lesson study dan cara kerja kelompok?
Sementara itu, Richardson (2006) menuliskan ada 7 tahap atau langkah yang termasuk dalam lesson study, yakni:
Tahap 1: membentuk sebuah tim lesson study.
Tahap 2: Memfokuskan lesson study
Tahap 3: Merencanakan rencana pelmbelajaran (Study Lesson).
Tahap 4: Persiapan untuk observasi.
Tahap 5: Melaksanakan pengajaran dan observasinya.
Tahap 6: Melaksanakan tanya-jawab/diskusi pembelajaran.
Tahap 7: Melakukan refleksi dan merencanakan tahap selanjutnya.
Masih ada beberapa variasi lagi tahapan lesson study yang dikemukan oleh beberapa ahli, seperti Robinson (2006) yang mengusulkan 8 tahap berdasarkan pada jumlah pertemuan yang diperlukan dalam pelaksanaan lesson study dalam implementasinya di “Israeli Middle School Teachers”.
Sementara itu, implementasi lesson study di Indonesia yang dimulai saat para tenaga ahli Jepang dalam Program IMSTEP JICA mengenalkan lesson study di tiga universitas (UPI, UNY dan UM) pada akhir Tahun 2004. Dalam tahap awal pengenalan lesson study tersebut Saito (2005) mengenalkan ada tiga tahap utama lesson study, yakni: (1) Perencanaan (Plan), (2) Pelaksanaan (Do), dan Refleksi (See). Penyederhanaan menjadi tiga tahap saja dilakukan dengan pertimbangan untuk memudahkan praktiknya dan menghilangkan kesan bahwa lesson study sebagai suatu kegiatan yang rumit dan sulit dilakukan. Ketiga tahapan tersebut dilakukan secara berulang dan terus-menerus (siklus). Kegiatan utama yang dilakukan dalam masing-masing.

Tahap perencanaan (Plan) bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajar¬an yang diyakini mampu membelajarkan peserta didik secara efektif serta membang¬kitkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak dapat dilakukan secara sendirian. Pada tahap ini beberapa pendidik dapat berko¬laborasi untuk memperkaya ide terkait dengan rancangan pembelajaran yang akan di¬ha-silkan, baik dalam aspek pengor¬ga¬ni¬sa¬sian bahan ajar, aspek pedagogis, maupun aspek penyiapan alat bantu pem¬belajaran. Kegiatan penggalian akademik yang dimaksud adalah melakukan kajian/analisis terhadap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan pemahaman guru-guru terhadap konsep materi yang akan diajarkan. Sebelum ditetapkan sebagai hasil final, semua komponen yang tertuang dalam rancangan pembelajaran dicobaterapkan (disimu¬lasikan). Pada tahap ini juga ditetapkan prosedur pengamatan termasuk ins¬trumen yang diperlukan.
Tahap pelaksanaan (Do) dimaksudkan untuk menerapkan rancangan pembe¬lajar¬an yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya. Salah satu anggota (guru/dosen) bertindak sebagai ”guru model” sedangkan yang lain bertindak sebagai peng¬a¬mat. Pengamat lainnya (selain anggota kelompok perencana) juga dapat bertindak seba¬gai pengamat. Fokus pengamatan diarahkan pada aktivitas belajar peserta didik dengan berpedoman pada prosedur dan intrumen pengamatan yang telah disepakati pada tahap perencanaan, bukan untuk mengevaluasi penampilan guru (dosen) yang sedang bertugas mengajar. Selama pembelajar¬an berlangsung, pengamat tidak boleh meng¬ganggu atau intervensi kegiatan pem¬bela¬jaran. Pengamat juga dapat melakukan perekaman kegiatan pembelajaran melalui video camera atau foto digital untuk keperluan doku-men¬tasi dan atau bahan diskusi pada tahap berikutnya, atau bahkan untuk kegiatan penelitian. Kehadiran pengamat di dalam ruang kelas di samping mengumpulkan infor¬masi juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlang¬sung.
Tahap refleksi (See) dimaksudkan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan pelaksananaan pembelajaran. Guru atau dosen yang telah bertugas sebagai pengajar mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan-kesan dalam melaksanakan pembelajaran. Kesempatan berikut¬nya diberikan kepada anggota kelompok perencana yang dalam tahap do bertindak sebagai pengamat. Selanjutnya pengamat dari luar diminta menyampaikan komentar dan lesson learned dari pembelajaran terutama berkenaan dengan aktivitas peserta didik. Kritik dan saran disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti guru demi perbaikan. Sebaliknya, pihak yang dikritik harus dapat menerima masukan dari pengamat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Berdasarkan masukan dari diskusi ini dapat dirancang kembali pembelajaran berikutnya yang lebih baik.

C. Alasan Digunakannya Lesson study
Mengapa menggunakan lesson study dan bagaimana lesson study dapat membawa pada perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan secara lebih luas? Menurut Lewis (2002) di Jepang lesson study tidak hanya memberikan sumbangan terhadap pengetahuan keprofesionalan guru, tetapi juga terhadap peningkatan sistem pendidikan yang lebih luas. Lewis (2002) menguraikan ada lima jalur yang dapat ditempuh lesson study, yakni: (1) membawa tujuan standard pendidikan ke alam nyata di dalam kelas, (2) menggalakkan perbaikan dengan dasar data, (3) mentargetkan pencapaian berbagai kualitas siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar, (4) menciptakan tuntutan mendasar perlu peningkatan pembelajaran, dan (5) menjunjung tinggi nilai guru.

Lewis, Perry dan Murata (2006) telah mengembangkan tabel atau bagan untuk menjelaskan tentang mekanisme lesson study dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (Lihat Bagan 2). Sementara Stepanek (2003) menjelaskan bahwa lesson study dapat membantu para guru untuk melihat kelas atau pembelajarannya melalui “kacamata” penelitian. Proses tersebut berpotensi untuk mengubah sekolah menjadi tempat di mana guru dapat meneliti dan memverifikasi apa yang dikerjakan untuk murid- muridnya. Bahkan Stepanek juga mengatakan bahwa peta pendidikan berubah secara signifikan ia menuliskan lesson study pertama kali dalam Jurnal Northwest Teacher di Northwest-USA.
Hasil studi tentang kegiatan piloting pembelajaran MIPA dan lesson study selama masa implementasi program tindak lanjut IMSTEP 2004-2005 memaparkan adanya perubahan dalam praktik pengajaran matematika dan sains di Indonesia setelah dimulainya lesson study. Perubahan tersebut adalah: (1) perubahan dalam pemantapan dasar akademik pembelajaran, akibat dari jalinan antara guru dengan dosen-dosen dari universitas; (2) perubahan dalam struktur pembelajaran, ditunjukkan dengan digunakannya eksperimen atau aktivitas fisik/kerja, dan diskusi; (3) perubahan reaksi siswa selama dalam proses pembelajaran (Saito, 2005; Saito, Harun, dan Ibrohim, 2005; Saito, et al. 2006; Saito, et al. 2006a). Sebagai contoh, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan piloting dan lesson study dalam pembelajaran biologi di sekolah menengah Kota Malang, Jawa Timur menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan keprofesionalan guru serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran biologi. Di samping itu guru biologi menjadi lebih inovatif dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa meningkat, ditandai dengan peningkatan hasil biologi siswa, dari 72% siswa yang mendapatkan nilai di atas 60 menjadi 97% siswa (Sulasmi dan Rahayu, 2006).
Bukti lain yang menunjukkan keunggulan dari lesson study dilaporkan oleh Sumarna (2006) bahwa pelaksanaan lesson study berbasis sekolah membawa manfaat di antaranya: 1) Guru biologi menjadi termotivasi dan bangkit untuk membuat inovasi dalam pembelajarannya sehingga tercipta pembelajaran yang aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Motivasi guru ini tumbuh karena adanya kerjasama yang positif, akademis, sinergis, dan kolaboratif di antara guru dalam kelompok MGMP sekolah; 2) Adanya persiapan pembelajaran yang lebih baik dari guru biologi, baik persiapan mental, administrasi, dan penguasaan materi pelajaran; 3) Guru biologi menjadi terdorong untuk belajar lebih banyak dalam hal materi, pemilihan strategi dan penggunaan model pembelajaran yang tepat demi kesuksesan pembelajarannya.
Liliasari (2008) menjelaskan bahwa Lesson study telah meningkatkan kemampuan guru menyusun model pembelajaran dan keakuratan pengelolaan waktu untuk pengajaran. Selain lesson study juga meningkatkan keterbukaan dan dalam mengobservasi dan mengkritisi pembelajaran. Menurut Ibrohim (2008) kegiatan lesson study dalam Program SISTTEMS telah meningkatkan keefektivan dan intensitas kegiatan MGMP MIPA di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu kegiatan lesson study juga telah mengindikasi dapat menyebabkan peningkatan kompetensi guru MIPA, mulai dari penguasaan materi ajar, kemampuan mempersiapkan, melaksanakan, mengobservasi pembelajaran dan merefleksikannya. Hasil penelitian seorang pengawas sekolah di Sumedang, Jawa Barat (Kusdijantono, 2008) menunjukkan hasil-hasil sebagai berikut: (1) Lesson study yang diterapkan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat telah mampu mengoptimalkan guru dalam melaksanakan tugas dalam pembelajaran; (2) Mengoptimalkan hak belajar siswa dalam kelas; (3) Peran pengawas sebagai seorang pengamat lebih teraktualisasi.
Serangkaian kegiatan, mulai dari tahap plan sampai see, dilakukan secara kola¬bo¬ratif. Hal ini secara nyata telah menghasilkan dampak sosiologis yang sangat positif. Kolegialitas antarpendidik dapat terbina dengan baik, tidak ada pendidik yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Mereka juga berbagi pengalaman dan saling belajar. Dengan demikian, melalui serangkaian kegiatan dalam rangka lesson study ini terbentuk atmosfer akademik yang kondusif bagi terciptanya mutual learning (saling belajar). Pada prinsipnya, semua orang yang terlibat dalam lesson study harus mem¬peroleh lesson learned. Dengan demikian lesson study sangat potensial untuk membangun learning community.


LAMPIRAN 2: Bahan Bacaan 2
RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN (LESSON PLAN)
DALAM KEGIATAN LESSON STUDY

A. RASIONAL
Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui peng¬kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas dan mutual learning. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksikan) yang secara bersiklus dan berkelanjutan. Lesson study merupakan salah satu wujud pengembangan komunitas belajar (learning community)
Secara singkat, lesson study bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran. Pengkajian pembelajaran yang telah dirancang secara kolaboratif atau individual oleh guru/dosen model dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas dan efesiensi pembelajaran. Jika kegiatan lesson study dilakukan secara berkala dan berkelanjutan maka diharapkan akan dapat meningkatkan keprofesionalan secara bertahap, khususnya yang terkait dengan kompetensi profesional dan pedagogis. Hal ini dapat terjadi karena dalam kegiatan lesson selalu terjadi kolaborasi dan sharing mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang diobservasi (open lesson/open class), sampai refleksi dan revisi rencana pembelajaran.
Sesungguhnya inti dari kegiatan lesson study adalah apabila guru atau dosen mau membuka kelas (pembelajaran) untuk diamati oleh sejawat atau komponen stakeholders pendidikan yang lainnya, kemudian direfleksi. Untuk melaksanakan open lesson diperlukan persiapan, yakni menyusun rencana pembelajaran (lesson plan) dengan perangkat-perangkat lainnya. Selain itu untuk pelaksaan obervasi dan refleksi diperlukan beberapa kelengkapan lainnya. Dalam modul singkat ini akan diuraikan rambu-rambu dalam mempersiapkan pelaksanaan open lesson, khususnya dalam penyusunan rencana pembelajaran (lesson plan).

B. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN
Dalam praktik pelaksanaan lesson study yang dikembangkan oleh Program SISTTEM (2006 -2008), dan PELITA (2009-2012) bersama JICA wujud dari lesson plan yang disusun oleh guru di MGMP antara lain berupa RPP dan perangkat pembelajaran lainnya. Langkah penyusunan rencana pembelajaran tersebut antara lain dapat diuraikan sebagai berikut.


1. Penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
RPP disusun oleh guru-guru di KKG/MGMP di bawah koordinasi guru fasilitator /pemandu. Jika ada pendamping dari pihak yang lebih berkompeten, seperti: dosen, pengawas sekolah, kepala sekolah, atau guru inti maka diharapkan hasilnya lebih baik. Tahap-tahap penyusunan RPP dalam tahap perencanaan pembelajaran (plan) antara lain sebagai berikut.
a. Pemilihan topik pembelajaran
Pemilihan topik didasarkan atas pertimbangan tingkat kesulitan materi ajar atau kesulitan untuk mengajarkannya (membelajarkan), atau berdasarkan urutan materi yang telah dituangkan dalam Program Semester (Promes) dan silabus.
b. Menganalisis isi kurikulum atau silabus.
Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan silabus yang telah disusun sebelumnya oleh sekolah/guru.
c. Penetapan indikator dan tujuan pembelajaran untuk topik yang dipilih.

d. Penetapan pendekatan/motode dan startegi pembelajaran.
Pemilihan metode dan strategi pembelajaran didasarkan pada karakteristik materi ajar, tingkat kemampuan berpikir siswa (karakteristik siswa yang akan diajar), ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dan media, serta masalah-masalah pembelajaran yang sering dihadapi oleh guru pada pembelajaran topik tersebut berdasarkan pengalaman sebelumnya.
e. Penyusunan skenario pembelajaran
Setelah ditetapkan metode dan strategi pembelajaran selanjutkan akan disusun langkah-langkah pembelajaran, mulai dari tahap awal (apersepsi dan motivasi), langkah-langkah kegiatan ini, dan penutup (pemantapan, konsolidasi, aplikasi).
f. Penulisan RPP sesuai format yang tetapkan atau disepakati.

Semua tahapan pelaksanaan penyusunan RPP dari mulai memilih topik sampai penyusunan skenario pembelajaran dilakukan dalam bentuk diskusi yang dipimpin oleh fasilitator atau guru pemandu.

PENDIDIKAN BERBASIS ICT

Post Populer

Label

BBM LANJUTAN (5) BAHAN BELAJAR MANDIRI (4) case study (4) BBM TIK | ICT (3) PERMENDIKNAS (3) BANNER (2) ICT (2) JARDIKNAS ONLINE (2) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (2) PENGEMBANGAN DIRI (2) info beasiswa mahasiswa (2) instant global trafik (2) "Tetapkan Tujuan Hidup" (1) 10 Bisnis Penghasil Milyarder Tercepat (1) 2 (1) 7 Tips Memikat Lelaki (1) 7 Tips Memikat Wanita (1) 7 kesalahan fatal affiliate pemula (1) APRESIASI PUISI (1) ASI makanan terbaik bagi bayi (1) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL (1) BANK SOAL UASBN SD (1) BBM-program belajar BERMUTU (1) BBM|KOMPUTER+LAPTOP (1) BUKU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) BUKU AJAR PEMAHAMAN INDIVIDU (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study (1) CONTOH PENGEMBANGAN DIRI (1) CONTOH PERHITUNGAN PAJAK (1) DOWNLOAD - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) DOWNLOAD 31_jurus_menyempurnakan_PC.zip (1) Deskripsi Nilai (1) Download Software Gratis (1) FREE DOWNLOAD PTK BHS INDONESIA (1) Gambar Binatang Lucu (1) HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN (1) HUMAN ANATOMI (1) HopAd Builder clickbank (1) ICT LANJUTAN 2 (1) ICT LANJUTAN 3 (1) IDE PRODUK Yang Bisa DIJUAL TANPA Modal BESAR (1) IDENTIFIKASI MASYALAH (PTK) (1) ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN PRAKTIS (1) Ilmu Komputer + Gaya Pendidikan (1) KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (1) KODE ETIK GURU INDONESIA (1) Keterampilan Memfasilitasi (1) Konsep Jurnal belajar (1) LANDASAN TEORITIS Pengertian Metode (1) LATIHAN UAS/UASBN SD (1) LEARN MORE LEARN LESS (1) LPMP dan SPMP (1) MAKALAH (1) MERAJUT ASA MERAIH MIMPI (1) Mendulang uang lewat internet (1) OLAH RAGA 7 INDONESIA: GOLF (1) PANDUAN PENYUSUNAN SILABUS (1) PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN (1) PELAYANAN KONSELING (1) PENDIDIKAN INDONESIA (1) PENDIDIKAN LANJUTAN (1) PENDIDIKAN LANJUTAN 2 (1) PENGEMBANGAN PORTAL GURU PINTAR (1) PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU (1) PIGP (1) PRO KONTRA ANNE AHIRA (1) PROPOSAL PTK | FREE DOWNLOAD (1) PTK (1) PTK IPA (1) PTK MATEMATIKA (1) Pemahaman Pembelajaran Ber-Karakter (1) Program Induksi Guru Pemula (1) RPP SILABUS (1) RPP dan Silabus SD (1) SMU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) STANDAR KOMPETENSI GURU TIK SMK (1) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (1) STRATEGI PEMBELAJARAN (1) Sikat Virus Recycle (1) Syllabus (1) TIK | ICT (1) Teknologi Informasi dan Komunikasi bag 2 (1) Waspadai Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (1) anne ahira (1) bank soal (1) banner berjalan (1) banner best grades (1) bannerque (1) best grades (1) biz.bisnis (1) buku elektronik (1) buku elektronik smp (1) buku elektronik smu (1) contoh study kasus PTK (1) cotoh study kasus (1) detective dominator (1) ecoBALL (1) game matematika (1) gaming computer (1) golf (1) identifikasi asyalah (1) kajian kritis_bahasa indonesia (1) kegiatan TOT (1) kisi kisi ulangan harian (1) kompetensi Guru Pasca sertifikasi (1) ktsp silabus RPP all School (1) lesson study (1) meraih impian via motivasi (1) modul_kebahasaan (1) modul_kesusastraan (1) modul_media_ pembelajaran (1) modul_metologi pembelajaran (1) modul_pembelajaran berbicara (1) modul_pembelajaran membaca (1) modul_pembelajaran menulis (1) modul_pembelajarn mendengarkan (1) modul_penilaian (1) motivasi diri (1) panduan silabus+RPP (1) pendidikan sd (1) pippa middleton (1) portopolio induksi (1) potret pendidikan (1) program LPMP JAWA BARAT (1) silabus dan RPP (1) silabus/RPP SD/MI (1) soal olimpiade (1) succespul+home+garden (1)

Tukar daftar link