Minggu, 15 Mei 2011

APRESIASI PUISI MELALUI LAGU

PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI PUISI MELALUI LAGU

ABSTRAK

Rutinitas pembelajaran apresiasi puisi menyebabkan siswa jenuh tidak menyukai pembelajaran apresiasi puisi. Hal ini disebabkan guru cenderung mengajarkan apresiasi puisi secara sepotong-sepotong, dengan bahan pembelajaran yang kurang disesuaikan dengan minat dan tingkat perkembangan siswa. Selain itu, guru juga tidak menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi, dan tidak memadukan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) dalam setiap kegiatan pembelajaran apresiasi puisi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mencoba menggunakan lagu sebagai alat dan bahan pembelajaran apresiasi puisi. Karena itu, permasalahan dalam penelitian ini adalah:”Dapatkah lagu digunakan sebagai alat apresiasi untuk meningkatkan kemampuan apresiasi puisi siswa SLTP kelas II catur wulan pertama? “Pemilihan lagu sebagal alat pembelajaran apresiasi puisi disesuaikan dengan minat dan tingkat perkembangan siswa.” Keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa terlihat pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru dapat menciptakan suasana belajar yang santai. Antusiasme siswa terhadap kegiatan pembelajaran meningkat. Suasana santai dan menyenangkan berdampak pada hasil kegiatan belajar siswa yang menunjukan ketuntasan hingga 89%.


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam tujuan umum pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum 1994 GBPP mata pelajaran Bahasa Indanesia disebutkan bahwa tujuan pembelajaran sastra secara umum adalah agar siswa mampu menikmati, memahamii, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Dari tujuan umum tersebut, siswa diharapkan mampu menikmati, menghayati, memahami, dan menarik manfaat membaca karya-karya sastra.

* Dra. Misnatul Sakdiyah adalah guru SLTPN 4 Kepanjen, Malang
iowa Timur

 
Selain itu, di dalam rambu-rambu GBPP mata pelajaran Bahasa Indanesia yang berkaitan dengan pelajaran sastra antara lain disebutkan sebagai berikut. (1) Pembelajaran bahasa perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengajaran, antara dari dan yang mudah ke yang sukar, dan hal- hal yang dekat ke jauh, dan yang sederhana yang ke yang rumit, dan yang diketahui ke yang belum ketahui, dan dari yang konkret ke yang abstrak. (2) Pembelajaran sastra yang dimaksud bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi sastra berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan hidup. (3) Pemilihan bahan sastra dikaitkan dengan tema. Seandainya guru memahami kesulitan dalam mendapatkan bahan sesuai dengan tema yang dipilih, maka bahan pembelajaran sastra boleh tidak sesuai dengan tema yang disajikan.
Pembelajaran sastra di kelas II SLTP bertujuan agar siswa mampu membaca karya sastra dengan penghayatan dan memahami berbagai cara pengungkapan perasaan dan gagasan dalam karya sastra. Terkait dengan itu, didalam butir pembelajaran kelas II caturwulan pertama terdapat butir pembelajaran tentang pembelajaran puisi. Butir pembelajaran tentang puisi tersebut adalah sebagai berikut;
(1) membaca puisi, kemudian mendeklamasikan atau melagukan, (2) menuliskan pengalaman pribadi yang paling menarik dalam bentuk puisi. Selanjutnya, dua butir tujuan pembelajaran kelas II caturwulan pertama ini merupakan tujuan dalam kegiatan belajar mengajar penelitian tindakan kelas ini.
Pembelajaran apresiasi puisi yang diajarkan di SLTP mulai kelas I, II dan Ill merupakan salah satu materi pembelajaran sastra yang lebih sulit dan banyak menimbulkan masalah daripada apresiasi karya sastra lainnya (prosa). Pembelajaran apresiasi puisi yang seharusnya dapat sangat rnenyenangkan ternyata membosankan dan sekaligus menakutkan, baik bagi guru maupun siswa. Guru yang cenderung mengajarkan apresiasi puisi secara sepotong-sepotong, dengan bahan yang kurang disesuaikan dengan minat dan tingkat perkernbangan siswa, serta menggunakan pendekatan yang tidak dipadukan dengan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) akan menyebabkan siswa tidak terkondisi untuk menyukai pembelajaran apresiasi puisi.
Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indanesia seringkali berada dalam suasana rutinitas sehingga menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Kandisi pembelajaran seperti itu sulit memenuhi pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sebagai dinamisator, guru perlu menciptakan suasana belajar yang kandusif, mampu membangkitkan motivasi belajar, mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa. Kandisi itu dapat diciptakan guru antara lain dengan memilih dan memvariasikan penggunaan metode, dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dikembangkan. Di samping itu, pemilihan materi pembelajaran yang aktual dan sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa akan sangat mempengaruhi kandisi pembelajaran tersebut.
Siswa SLTP kelas II caturwulan pertama sebagian besar mengalami kesulitan dalam pembelajaran apresiasi puisi. Hal itu disebabkan: (1) pendekatan dan metode pembelajaran apresiasi puisi yang diterapkan oleh guru manaton (tidakvoriatif) dan didominasi oleh pendekatan struktur bukan humanistik, (2) bahan pembelajaran apresiasi puisi yang dipilih guru kurang variatif dan kurang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa (kurang sesuai dengan prinsip dari mudah ke sukar, atau dari sederhana ke kompleks), dan (3) siswa terkondisi dalam situasi pembelajaran yang terindoktrinasi, kurang “bebas terarah” sehingga mereka kurang berkesempatan mengekspresikan kemampuan apresiasmya secara maksimal.
Untuk mengatasi hal-hal tersebut, disajikan pembelajaran apresiasi puisi pada siswa dalam menggunakan siswa dengan menggunakan lagu (syair lagu) sebagai alat apresiasi. Selanjutnya dalam kegiatan pembelajaran itu diharapkan pembelajaran secara terpadu dengan empat ospek keterampilan berbahasa. Sedari itu, suasana pembelajaran yang menyenangkan dapat terkondisi dalam kegiatan pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan lagu.


B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian adalah: “Bagaimanakah lagu diterapk√°n sebagai alat apresiasi untuk meningkatkan kemampuan apresiasi puisi siswa SLTP kelas Il caturwulan pertama?“



C. Tujuan Penelitian
1)      Tujuan Umum
      Tujuan umum penetitian tindakan kelas mi adalah untuk meningkatkan kemampuan apresiasi puisi siswa SLTP kelas II caturwulan pertama dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi.
2)      Tujuan Khusus
Berdasarkan tujuan umum pada subbob sebelumnya, dopaf dirmci tujuan khusus sebagai berikut:
a)      Menyajikan pembelajaran apresiasi puisi pada siswa SLTP kelas II caturwulan pertama dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi.
b)      Menerapkan pembelajaran apresiasi puisi tersebut secara terpadu dengan empat aspek keterampilan berbahasa dengan menggunakan lagu sebagal alat apresiasi.
c)      Mengondisikan siswa dalam suasana pembelajaran yang “bebas” dan menyenangkan sehingga mereka antusias dalam belajar.


D. Manfaat Penelitian
1)      Manfaat Umum
Manfaat umum dalam penelitian tindakan kelas ini adalah agar guru dapat menyajikan pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi secara tenpadu dengan empaf aspek keterampilan berbahasa.
2)      Manfaat Khusus
Sesuai dengan manfaat umum tersebut dapat dipilah beberapa manfaat khusus sebagai berikut:
a)      Guru dapat meningkatkan kemampuan apresiasi puisi siswa SLTP kelas II caturwulan pertama dengan menggunakan lagu sebagai alat apresiasi yang diintegrasikan dengan empat aspek keterampilan berbahasa.
b)      Siswa dapat mengembangkan kemampuan aparesiasi puisinya sehingga dapat memetik manfaat dan hasil apresiasi puisi tersebut.
c)      Siswa dapat mengapresiasikan kemampuan apresiasinya terhadap puisi secara bebas sesuai dengan tingkat pengalaman, pengetahuan, dan daya kreasinya.

II. KAJIAN TEORI
A. Lagu sebagai Alat Apresiasi Puisi
Kemampuan apresiasi puisi siswa terlebih dahulu diawali dengan memahami makna yang terkandung dalam puisi. Setelah itu siswa dapat memahami isi puisi dengan kemampuan kognisinya. Selain  itu, afeksi siswa terlihat pada pemahaman siswa saat mengapresiasikan puisi, yakni dengan cara menghayati dan menikmati keindahan puisi tersebut.
Dalam pembelajaran sastra, keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis) harus disajikan dalam porsi yang seimbang. Keterpaduan ketrampilan berbahasa dalam pembelajaran apresiasi puisi dengan lagu sebagai alat dan bahan pembelajaran adalah sebagai berikut.

Menyimak (lagu) ==> Benbicara (berdiskusi) ==> Menulis ==> Membaca ==> Mendengarkan ==> Berbicoro (berkomentar).

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran apresiasi puisi adalah dengan pemilihan bahan pembelajaran yang digemari siswa. Salah satu bahan puitis yang banyak digemarl siswa adalah lagu. Sekarang ini banyak lagu yang syairnya puitis yang beredan di masyarakat dan digemari oleh siswa. Lagu dapat dipakai sebagai alat dan bahan pembelajaran apresiasi puisi. Tentu saja lagu tersebut harus disesuaikan dengan minat dan tingkat perkembangan siswa.
Secara material, lagu memiliki ‘tema’ yang berhubungan dengan kehidupan manusia (Maley, 1987). Tema tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan bahan pembelajaran. Dengan demikian, penelitian lagu sebagai bahan pembelajaran dapat disesuaikan dengan tema yang ada dalam GBPP Selain itu, lagu juga dapat digunakan sebagi sumber belajar.
Bernyanyi merupakan suatu kegiatan mengungkapkan pikiran kritis dan perasaan melaui nada dan kata-kata yang terpilih (Jamalus, 1988). Dengan demikian, nyanyian dapat dijadikan sarana pembelajaran bahasa dan dapat digunakan untuk mengembangkan motivasi, pengalaman, dan pengetahuan. Pernyataan tersebut didasarkan pada hakikat nyanyian atau lagu sebagai alat untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan, perasaan batin, dan sikap atau pandangan hidup, memberikan dorongan dan lain sebagainya.
Secara umum, bernyanyi bagi anak-anak lebih berfungsi sebagai aktifitas bermain daripada sebagai aktifitas pembelajaran atau penyampaian pesan. Whitermgton (1984) menjelaskan bahwa pada dasarnya aktifitas bermain digunakan anak-kanak untuk mengembangkan dan mengkreasikan potensi diri yang dimiliknya, walaupun anak tersebut tidak menyadari.
Sedari itu, Kartono (1982) menegaskan bahwa bermain bagi anak di samping memiliki sifat kataris, juga dapat menjadi alat pendidikan yang tepat. Pernyataan itu bertolak dari hakikat bermain itu sendiri, yakni dapat memberikan kepuasan, kegembiraan, dan kebahagian. Beranalogi dari sifat bermain tersebut, bernyanyipun demikian pula. Bernyanyi memiliki sifaf kataris dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Selain itu, bernyanyi dapat memberikan kepuasan, kegembiraan, dan kebahagiaan bagi anak-anak. Menegaskan pendapat tersebut, menurut Jamalus dan Fatima (1984) musik merupakan seni yang mampu mengungkapkan nuansa kehidupan seperti: kegembiraan, kesedihan, kepahlawanan, kemesraan dan sebagainya. Di dalam musik dan nyanyian itu tersimpan daya kataris yang mampu membentuk sikap dan mengembangkan daya pikirn anak-anak.
Hasil penelitian Murphey (1990) membuktikan bahwa anak-anak sangat menyukai nyanyian. Mereka senang mempelajari, cepat menguasai, dan mudah mempraktekkannya. Jordan dan Mackay (dalam Murphey, 1990) menegaskan bahwa pada usia 8-13 tahun anak senang menyanyi. Jika apa yang disenangi tersebut dapat dimanfaatkan, maka dapat memperluas pengalaman, pembentukan sikap, keberanian, dan kebiasaan memberikan peluang untuk membentuk ketrampilan berbahasa.
Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan o!eh beberapa peneliti, yakni: Chenfeld (1978); Dobson (dalam Pratiwi, 1984); Hoffer (1984); Maley (1987); Murphey (1990); Levin (dalam Simbiak, 1 993); Orlova (1997); dan Rahayu (2000) dapat disimpulkan manfaat penggunaan lagu sebagai bahan pembelajaran adalah untuk menghilangkan kejenuhan belajar, menciptakan suasana santai, dan dapat memberikan kesenanangan kepada pembelajar. Selain itu, dari segi akademik, penggunaan lagu dalam kegiatan belajar bahasa dapat meningkatkan penguasaan kosakata, makna kata, kemampuan apresiasi, dan meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai perasaan.

III. PEMBAHASAN
A. Peningkatan Kemampuan Apresiasi Puisi Siswa MelaIui Lagu Sebagai Alat
    Apresiasi

Dalam penelitian tindakan kelas ini,  guru sebagai peneliti sekaligus yang melakukan tindakan di dalam kelas. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa tempat diadakannya penelitian. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dirumuskan dirancang dalam bentuk siklus. Banyaknya siklus yang direncanakan adalah dua siklus. Satu siklus terdiri atas dua pertemuan, masing-masing dua jam pelajaran. Tujuan pembelajaran pada pertemuan pertama adalah: “membaca puisi, kemudian mendeklamasikan, atau melagukannya.” Tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kedua adalah: “menuliskan pengalaman pribadi dalam bentuk puisi.”
Jenis data dalam penelitian ini adalah data verbal dan data nonverbal. Data verbal berupa hasil tes tulis siswa, yakni menganalisis syair lagu dan menulis pengalaman pribadi dalam bentuk puisi. Selanjutnya, data nonverbal adalah antusiasme siswa saat mengikuti proses pembelajaran dan mengapresiasikan siswa terhadap syair lagu dengan cara membacakan, mendeklamasikan, dan/atau melagukan syair lagu tersebut. Data verbal dan nonverbal diperoleh dengan menggunakan tes dan nontes. Tes dilakukan diawal kegiatan pembelajaran (pretes) dan diakhir kegiatan pembelajaran (postes). Tes yang diberikan kepada siswa adalah tes tulis. Teknik nontes dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Fungsi nontes mi adalah untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengapresiasikan syair lagu bewat cara siswa membacakan, mendeklamasikan, dan/atau melagukan syair lagu tersebut. Selain itu, teknik nontes ini juga digunakan untuk mengetahui antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran nonverbal.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan dua macam instrumen penjaring            data. Instrumen penjaring data tersebut adalah: (1) tes, dan (2) nontes. Instrumen tes berupa penilaian hasil belajar siswa terhadap syair lagu (puisi) yang harus diapresiasmya. Instrumen non-tes berupa: (a) pedoman observasi, (b) pedoman wawancara untuk guru, (c) pedoman wawancara untuk siswa, serta (d) kuesioner untuk siswa. Instrumen non-tes tersebut dapat dilengkapai dengan data permasalahan yang timbul pada saat KBM berlangsung, keoptimalan komunikasi dan interaksi KBM, pendapat dan komentor guru dan/atau siswa tenhada KBM.
Lagu yang dipakai sebagai alat dan bahan untuk kegiatan, pembelajaran apresiasi adalah bagu yang sesuai dengan minat dan tingkat perkembangan siswa. Sedari itu, guru juga dapat mengaitkannya dengan tema pembelajaran saat itu. Tema pembelajaran dalam penelitian ini adalah: “Kelautan/lingkungan”. Untuk itu, guru/peneliti memilih lagu yang berjudul: ‘Burung Camar” yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, guru sudah menugasi siswa secara berkelompok untuk mendengarkan lagu yang mereka sukai di rumah. Mereka ditugasi untuk menuliskan syair lagu yang mereka dengarkan, memaknai kata sulit tiap larik/bait dalam lagu, mengomentari isi dan bahasa syair lagu. Selanjutnya tugas tersebut dipresertasikan pada awal kegaitan pembelajaran. Dalam hal ini dipilih secara acak oleh guru, misalnya dipilih lagu yang berkaitan dengan tema lingkungan/alam.
Pada kegiatan ini, guru memperdengarkan lagu: “Burung Camar”, dan siswa mendengarkannya sambil melengkapi kata-kata rumpang dalam syair lagu yang terdapat dalam LKS yang telah dibagikan kepada mereka. Setelah itu, untuk mencocokkan hasil kegiatan mendengarkan itu, siswa menukarkan hasilnya dengan siswa lain, dan guru memperdengarkan kembali lagu tersebut. Kegiatan ini dilanjutkan dengan tugas berikutnya dalam LKS, yakni: (a) menjelaskan maksud tiap bait dalam lagu, (b) memarafrase, (c) mengomentari bahasa dan isi syair lagu, dan (d) membacakan/mendeklamasikan syair lagu.
Kegiatan berlangsung santai, menyenangkan, dan siswa merasa tidak tertekan. Guru dapat melihat antusiasme siswa saat KBM berlangsung. Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan. Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran ini, guru bersama siswa menyanyikan lagu “Burung Camar” yang diiringi/diselingi dengan pembacaan syair lagu tersebut oleh beberapa siswa yang ditunjuk secara acak.
Pada pertemuan II, untuk membangkitkan daya imajinasi siswa tentang lingkungan/alam, guru tetap menggunakan lagu sebagai kegiatan pendahuluan. Lagu yang diperdengarkan guru adalah lagu-lagu yang bertemakan lingkungan/alam, misalnya: “Berita Kepada Kawan” oleh Ebit.G.Ade, “Berita Cuaca” ciptaan Gombloh yang dinyanyikan oleh: Boomerang.
Siswa diajak membayangkan suasana alam atau lingkungan yang ada dalam syair lagu. Selain itu, guru menggunakan alat peraga yang berupa gambar tentang alam atau lingkungan dan siswa mengomentari gambar tersebut. Kegiatan mendengarkan lagu dan melihat gambar tersebut dilakukan karena sekolah tempat penelitian tidak memungkinkan untuk mengajak siswa ke luar atau ke alam bebas.
Setelah siswa dapat berimajinasi tentang alam atau lingkungan, selanjutnya siswa menukarkan puisinya dengan siswa lain dan mendiskusikannya. Setelah itu, siswa dapat membacakannya di depan kelas untuk dikomentari oleh siswa lain. Kegiatan dapat diakhiri dengan menyempurnakan puisi masing-masing. Selanjutnya puisi tersebut dikumpulkan dan dijilid untuk menjadi salah satu koleksi perpustakaan.
Hasil refleksi siklus I menunjukkan bahwa baik pertemuan I maupun II dalam kegiatan pembelajaran ini telah dapat mencapai tujuan pembelajaran dan tidak mengalami kesulitan. Lagu (syair lagu) yang dipergunakan guru sebagai alat dan bahan apresiasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi. Siswa antusias dalam mengikuti kegiatan pembelaaran. Karena itu, kegiatan pada siklus II tidak dilaksanakan dalam penelitian ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri komentar dengan santun dalam penyampaian sopan dalam bahasa motto kami dari anda, terimakasih atas komentar dan kunjungannya

PENDIDIKAN BERBASIS ICT

Post Populer

Label

BBM LANJUTAN (5) BAHAN BELAJAR MANDIRI (4) case study (4) BBM TIK | ICT (3) PERMENDIKNAS (3) BANNER (2) ICT (2) JARDIKNAS ONLINE (2) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (2) PENGEMBANGAN DIRI (2) info beasiswa mahasiswa (2) instant global trafik (2) "Tetapkan Tujuan Hidup" (1) 10 Bisnis Penghasil Milyarder Tercepat (1) 2 (1) 7 Tips Memikat Lelaki (1) 7 Tips Memikat Wanita (1) 7 kesalahan fatal affiliate pemula (1) APRESIASI PUISI (1) ASI makanan terbaik bagi bayi (1) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL (1) BANK SOAL UASBN SD (1) BBM-program belajar BERMUTU (1) BBM|KOMPUTER+LAPTOP (1) BUKU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) BUKU AJAR PEMAHAMAN INDIVIDU (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study (1) CONTOH PENGEMBANGAN DIRI (1) CONTOH PERHITUNGAN PAJAK (1) DOWNLOAD - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) DOWNLOAD 31_jurus_menyempurnakan_PC.zip (1) Deskripsi Nilai (1) Download Software Gratis (1) FREE DOWNLOAD PTK BHS INDONESIA (1) Gambar Binatang Lucu (1) HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN (1) HUMAN ANATOMI (1) HopAd Builder clickbank (1) ICT LANJUTAN 2 (1) ICT LANJUTAN 3 (1) IDE PRODUK Yang Bisa DIJUAL TANPA Modal BESAR (1) IDENTIFIKASI MASYALAH (PTK) (1) ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN PRAKTIS (1) Ilmu Komputer + Gaya Pendidikan (1) KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (1) KODE ETIK GURU INDONESIA (1) Keterampilan Memfasilitasi (1) Konsep Jurnal belajar (1) LANDASAN TEORITIS Pengertian Metode (1) LATIHAN UAS/UASBN SD (1) LEARN MORE LEARN LESS (1) LPMP dan SPMP (1) MAKALAH (1) MERAJUT ASA MERAIH MIMPI (1) Mendulang uang lewat internet (1) OLAH RAGA 7 INDONESIA: GOLF (1) PANDUAN PENYUSUNAN SILABUS (1) PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN (1) PELAYANAN KONSELING (1) PENDIDIKAN INDONESIA (1) PENDIDIKAN LANJUTAN (1) PENDIDIKAN LANJUTAN 2 (1) PENGEMBANGAN PORTAL GURU PINTAR (1) PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU (1) PIGP (1) PRO KONTRA ANNE AHIRA (1) PROPOSAL PTK | FREE DOWNLOAD (1) PTK (1) PTK IPA (1) PTK MATEMATIKA (1) Pemahaman Pembelajaran Ber-Karakter (1) Program Induksi Guru Pemula (1) RPP SILABUS (1) RPP dan Silabus SD (1) SMU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) STANDAR KOMPETENSI GURU TIK SMK (1) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (1) STRATEGI PEMBELAJARAN (1) Sikat Virus Recycle (1) Syllabus (1) TIK | ICT (1) Teknologi Informasi dan Komunikasi bag 2 (1) Waspadai Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (1) anne ahira (1) bank soal (1) banner berjalan (1) banner best grades (1) bannerque (1) best grades (1) biz.bisnis (1) buku elektronik (1) buku elektronik smp (1) buku elektronik smu (1) contoh study kasus PTK (1) cotoh study kasus (1) detective dominator (1) ecoBALL (1) game matematika (1) gaming computer (1) golf (1) identifikasi asyalah (1) kajian kritis_bahasa indonesia (1) kegiatan TOT (1) kisi kisi ulangan harian (1) kompetensi Guru Pasca sertifikasi (1) ktsp silabus RPP all School (1) lesson study (1) meraih impian via motivasi (1) modul_kebahasaan (1) modul_kesusastraan (1) modul_media_ pembelajaran (1) modul_metologi pembelajaran (1) modul_pembelajaran berbicara (1) modul_pembelajaran membaca (1) modul_pembelajaran menulis (1) modul_pembelajarn mendengarkan (1) modul_penilaian (1) motivasi diri (1) panduan silabus+RPP (1) pendidikan sd (1) pippa middleton (1) portopolio induksi (1) potret pendidikan (1) program LPMP JAWA BARAT (1) silabus dan RPP (1) silabus/RPP SD/MI (1) soal olimpiade (1) succespul+home+garden (1)

Tukar daftar link