Minggu, 12 Desember 2010

MODEL KURIKULUM BAGI PESERTA DIDIK SOSIAL EKONOMI RENDAH PENDIDIKAN MENENGAH PUSAT KURIKULUM

BAB III
STRATEGI PENGEMBANGAN

A. Pengembangan KTSP
Sekolah wajib menampung peserta didik yang berasal dari sosial ekonomi
rendah. Namun sebelum sekolah membuka pendidikan layanan khusus seperti itu
dalam pengembangan KTSP harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dari
Badan Standar Nasional Pendidikan.
2. Kondisi geografis sekolah
Kondisi geografis suatu daerah menjadi perhatian penting dalam mengembangkan
KTSP. Perbedaan karakteristik wilayah harus diakomodasi dalam kurikulum yang
akan dilaksanakan. Keragaman kondisi geografis dapat terjadi pada masyarakat
yang berada di daerah miskin perkotaan maupun pedesaan, pantai, pegunungan,
pertanian, pariwisata, industri, dan sebagainya. Sekolah dapat memberikan mata
pelajaran vokasi yang sesuai dengan kondisi geografis daerah. Misalnya daerah
pertanian dapat mengembangkan pendidikan vokasi yang berkaitan dengan bidang
pertanian seperti pembuatan alat perontok padi, pengolahan kompos dan
sebagainya. Untuk daerah pariwisata dapat diberikan pelajaran guiding. Daerah
perkotaan yang heterogen dapat memberikan pelajaran wirausaha. Untuk
menentukan mata pelajaran yang sesuai, sekolah dapat menganalisis kondisi
geografis di daerahnya.
3. Potensi sekolah
KTSP Pendidikan Layanan Khusus (PLK) menjadi bagian dari penyusunan KTSP
sekolah yang mengakomodasi peserta didik yang berada dalam kategori sosial
ekonomi rendah. Untuk itu diperlukan kesiapan sekolah dalam pelayanan tersebut.
Hal penting yang perlu diperhatikan sekolah adalah:
a. Sarana prasarana
Kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana sangat menunjang
pelaksanaan KTSP. Perlu diperhatikan kondisi dan jumlah kelas, media
pembelajaran, laboratorium, ruang praktikum, dan perpustakaan.
b. Peserta didik
Diperlukan analisis untuk mengetahui peserta didik yang berada dalam
kategori sosial ekonomi rendah. Perlu diperhatikan peserta didik yang tidak
dan sambil bekerja. Yang melanjutkan dan tidak melanjutkan. Data diperlukan
untuk menentukan kebijakan dalam memberikan layanan khusus kepada
mereka.
c. Pendidik dan tenaga kependidikan
Perlu dipersiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu melayani
pendidikan layanan khusus, khususnya pendidik yang mengampu mata
pelajaran produktif pada SMK dan vokasi pada SMA.
4. Berkoordinasi dengan:
a. Komite Sekolah
Sekolah yang menerima peserta didik dengan sosial ekonomi rendah harus
memberikan informasi ini kepada komite sekolah, agar dalam
Model Kurikulum bagi Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah Dikmen 10
penyelenggaraan pembelajarannya dapat berjalan lancar. Dan penyelenggaraan
ini harus didukung oleh komite sekolah.
b. Dinas Pendidikan setempat
Sekolah juga harus menginformasikan kepada Dinas Pendidikan kalau di
sekolahnya ada peserta didik dari sosial ekonomi rendah dan diberlakukan
pengelolaan waktu dan pembelajaran yang berbeda.
KTSP yang dikembangkan oleh sekolah harus dirancang agar semua peserta
didik mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, di
samping melayani peserta didik dari keluarga yang berkecukupan, sekolah juga harus
menyelenggarakan pendidikan layanan khusus khususnya bagi peserta didik dari
sosial ekonomi rendah.
B. Penekanan dalam Pengembangan KTSP
Dalam pengembangan KTSP, sekolah harus berpijak pada panduan yang
dikeluarkan dari BSNP, disamping itu dapat memperhatikan 4 aspek berikut ini:
1. Prinsip Pengembangan KTSP PLK
a. Fleksibel
Untuk pendidikan layanan khusus, sekolah memberikan fleksibilitas
waktu kepada peserta didik. Fleksibilitas yang dimaksud adalah pada layanan
waktu belajar dan lama waktu belajar. Layanan waktu belajar dimaksudkan
dengan memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk menempuh waktu
belajar pada pagi atau sore hari. Layanan belajar pada sore hari ditujukan bagi
peserta didik yang bekerja pada pagi hari. Layanan lama belajar dimaksudkan
dengan memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengatur lama
masa belajar. Bagi peserta didik yang ingin segera menyelesaikan masa
belajarnya dapat menempuh waktu 2 tahun. Tetapi, bagi peserta didik yang
membagi waktu untuk bekerja dapat menempuh masa belajar selama 4 tahun.
Yang perlu diperhatikan dalam layanan ini adalah pendekatan belajar mastery
learning. Untuk itu, sekolah dapat melaksanakan sistem pembelajaran SKS.
KTSP yang dirancang sekolah bertujuan agar semua peserta didik
mencapai Standar Kompetensi Lulusan, Standar Kompetensi, dan Kompetensi
Dasar yang sama. Namun di dalam pengelolaan waktu dan pembelajarannya
harus dibedakan antara peserta didik yang berasal dari sosial ekonomi yang
cukup dengan sosial ekonomi yang rendah. Karena pada umumnya peserta
didik yang berasal dari sosial ekonomi rendah belajar sambil bekerja, artinya
dia akan belajar di sela-sela dia melakukan pekerjaannya.
Pengelolaan waktu dibedakan dengan mengatur penambahan alokasi
waktu 4 jam pelajaran setiap minggu. Peserta didik dari sosial ekonomi rendah
cukup diberikan penambahan waktu 4 jam untuk mata–mata pelajaran yang
menunjang kompetensi akademiknya. Namun bagi peserta didik dari sosial
ekonomi rendah diberikan penambahan waktu 4 jam untuk mata pelajaran
yang menunjang kompetensi kecakapan hidup.
b. Competence
KTSP bertujuan untuk memberikan kompetensi-kompetensi pada mata setiap
mata pelajarannya. Namun bagi peserta didik yang termasuk dalam kategori
dari keluarga sosial ekonomi rendah diberikan kompetensi tertentu sesuai
dengan kemampuan, bakat, dan minatnya. Artinya, sekolah memberikan
pelayanan kepada siswa dengan kompetensi yang ditujukan ke arah vokasi dan
sedapat mungkin bisa mendapatkan penghasilan dari kompetensi itu.
Model Kurikulum bagi Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah Dikmen 11
c. Independent
Dengan diberikan kompetensi tertentu, diharapkan kompetensi itu diwadahi
dalam mata pelajaran sendiri, tidak terintegrasi dengan mata pelajaran lain.
Sehingga dapat dikatakan sebagai mata pelajaran tersendiri. Mata pelajaran ini
dapat berupa keterampilan/kejuruan dan Muatan Lokal. Mata pelajaran
keterampilan/kejuruan diarahkan guna kelangsungan setelah siswa lulus.
Disamping itu, perlu dipikirkan pengelolaan mata pelajaran Mulok yang
diberikan, agar tidak terjadi adanya benturan dari Dinas setempat dalam
pemberian Mulok ini. Untuk itu perlu adanya komunikasi dan koordinasi
dengan Dinas.
d. Confident
Kompetensi yang mengarah ke vokasi ini dapat dijadikan bekal bagi siswa
dalam menunjang dan mendapatkan penghasilan bagi dirinya. Sehingga siswa
tumbuh dan mempunyai kepercayaan diri ketika akan dan setelah lulus
sekolah.
2. Karakteristik Peserta Didik
Dalam pengembangan KTSP perlu juga diperhatikan permasalahan yang
mungkin muncul pada siswa kategori sosial ekonomi rendah di sekolah, yakni:
a. Siswa bekerja dan punya waktu
Siswa dengan kategori ini adalah siswa yang bekerja paruh waktu yakni siswa
yang bekerja setelah atau seusai sekolah. Pekerjaan yang dimiliki bertujuan
untuk membantu orang tua dalam mencari penghasilan. Permasalahannya
adalah siswa dengan kategori ini tidak memiliki waktu cukup untuk belajar di
rumah atau menyelesaikan tugas yang diberikan guru, baik secara
perseorangan maupun kelompok. Untuk menyelesaikan masalah seperti itu,
sekolah hendaknya memberikan layanan yang sesuai dan tepat. Salah satu
alternatif layanan yang dapat diberikan kepada siswa dengan kategori ini
adalah pelayanan masa belajar atau penyelesaian tugas yang fleksibel.
b. Siswa bekerja dan tidak punya waktu
Siswa dengan kategori ini adalah siswa yang bekerja pada jam sekolah.
Pekerjaan yang dilakukannya tidak berdasarkan waktu yang tetap, bisa pagi,
siang, atau sore. Dengan pekerjaan seperti itu, siswa terpaksa sering tidak
masuk sekolah atau sering terlambat. Salah satu alternatif layanan yang dapat
diberikan kepada siswa dengan kategori ini adalah penggunaan modul (job
sheet) dengan penyelesaian masa belajar atau penyelesaian tugas yang
fleksibel.
c. Siswa ingin bekerja/berwirausaha
Siswa dengan kategori ini adalah siswa yang berkeinginan untuk bekerja atau
berwirausaha setelah menyelesaikan sekolahnya. Salah satu alternatif
pelayanannya adalah pelaksanaan sistem SKS dengan penentuan mata diklat
yang ditawarkan. Pelaksanaannya dapat digunakan berbagai cara, seperti
pengadaan pendidik di bidang vokasi, bekerja sama dengan sekolah kejuruan,
Balai Latihan Kerja (BLK), atau perusahaan. Selain itu, pembentukan
kelompok wirauasaha juga merupakan alternatif layanan yang dapat diberikan.
d. Siswa ingin melanjutkan pendidikan
Siswa dengan kategori ini adalah siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya
ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi siswa kategori ini, selain bekal kemampuan
Model Kurikulum bagi Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah Dikmen 12
belajarnya kurang dikarenakan tidak adanya fasilitas atau daya dukung, biaya
untuk melanjutkan pendidikan pun tersendat. Alternatif layanan yang dapat
diberikan adalah penambahan jam pelajaran tertentu (layanan individual)
dengan tenaga pendidik yang sesuai dengan jenis pendidikan yang akan
ditempuhnya. Selain itu, pihak sekolah hendaknya mengusahakan beasiswa
dari pihak lain untuk membantu pembiayaannya.
3. Perlakuan Khusus
Setelah memperhatikan prinsip pengembangan dan karakteristik dalam
pengembangan KTSP, sekolah dapat memberlakukan sistem sebagai berikut:
a. Switch
Perlakuan ini dimungkinkan hanya dilaksanakan di SMA, dimana peserta
didik dari SMA dapat memperoleh beberapa kompetensi di SMK yang sesuai
dengan kebutuhannya. Untuk itu diperlukan: kerja sama antara SMA dan
SMK, analisis minat dan kemampuan dari peserta didik SMA, dan dukungan
dari kedua pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua/wali murid. Jika
dipandang perlu sistem dapat diterapkan (meski presentasinya kecil) bagi
peserta didik dari SMK yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, dengan
cara mendapatkan beberapa kompetensi dari SMA. Untuk itu diperlukan: kerja
sama antara SMK dan SMA, analisis minat dan kemampuan dari peserta didik
SMK, dan dukungan dari kedua pihak sekolah, peserta didik, dan orang
tua/wali murid.
b. Penerapan SKS
Membuka kesempatan bagi besar peserta didik yang membagi waktu untuk
bekerja dapat menempuh masa belajar selama 4 tahun. Yang perlu
diperhatikan dalam layanan ini adalah pendekatan belajar mastery learning.
Untuk itu, sekolah dapat melaksanakan sistem pembelajaran SKS.
c. Pengaturan Jadwal Khusus
Pembelajaran tidak hanya terbatas ruang dan waktu, karena belajar tidak hanya
terpaku pada dinding kelas dan jadwal sekolah. Sebagai pemecahan yang
dilakukan apabila peserta didiknya tidak selalu bisa hadir di sekolah dan
mengikuti jadwal sekolah adalah salah satunya dengan tutorial, moduler,
model rumah singgah ataupun dengan bentuk lain. Ini dilakukan agar peserta
didik yang tidak mempunyai waktu khusus untuk sekolah dapat tetap sekolah
sekaligus melakukan aktivitas yang biasa dilakukannya, yang biasanya
mencari uang untuk membantu orang tuanya.
d. Pemberdayaan ekonomi
Kecenderungan bagi peserta didik dari sosial ekonomi rendah, adalah selama
sekolah dan setelah lulus dari sekolah bisa mendapatkan penghasilan. Bagi
peserta didik seperti ini dapat diberdayakan tenaga dan pikirannya, yaitu diberi
bekal sejumlah kompetensi yang menunjang untuk mendapat penghasilan.
Selain kompetensi yang diberikan, peserta didik juga diberikan motivasi kuat
agar mereka mampu mandiri dan tumbuh jiwa “usaha”nya.
4. Tujuan Akhir
Pengembangan KTSP PLK ini mempunyai tujuan akhir bagi peserta
didknya, yaitu:
Model Kurikulum bagi Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah Dikmen 13
a. Wirausaha
Selain diberikan sejumlah kompetensi dalam usaha menunjang peserta didik
dalam mendapatkan penghasilan, mereka juga diberikan bekal motivasi yang
kuat untuk bisa mandiri dan tumbuh sebagai pencipta lapangan kerja.
b. Bekerja
Pemberian sejumlah kompetensi yang menunjang bagi peserta didik
mendapatkan pekerjaan, untuk itu sekolah memberikan kompetensikompetensi
yang sedang dibutuhkan oleh pihak luar.
c. Melanjutkan
KTSP PLK juga memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik yang
mempunyai kemampuan dalam prestasi akademik untuk melanjutkan
Perguruan Tinggi.
C. Pengembangan Selanjutnya
Melihat realita permasalahan yang ada pada jenjang pendidikan menengah berkaitan
dengan kebutuhan dunia luar, maka diperlukan kebijakan penyelenggaraan pendidikan
layanan khusus. Pembekalan karakteristik kompetensi tertentu yang berbeda antara
SMA dan SMK perlu dijembatani agar pendidikan menengah dapat memberikan
layanan yang lebih variatif. Perlu dipikirkan pengembangan konsep multi exit multi
entry pada jenjang pendidikan menengah. Khususnya peserta didik kategori sosial
ekonomi rendah dapat memperoleh layanan khusus melalui kebijakan tersebut.
Penggunaan sistem SKS akan menjadi pilihan dan jika perlu dibuatkan kurikulum
khusus untuk mereka.
Model Kurikulum bagi Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah Dikmen 14

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri komentar dengan santun dalam penyampaian sopan dalam bahasa motto kami dari anda, terimakasih atas komentar dan kunjungannya

PENDIDIKAN BERBASIS ICT

Post Populer

Label

BBM LANJUTAN (5) BAHAN BELAJAR MANDIRI (4) case study (4) BBM TIK | ICT (3) PERMENDIKNAS (3) BANNER (2) ICT (2) JARDIKNAS ONLINE (2) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (2) PENGEMBANGAN DIRI (2) info beasiswa mahasiswa (2) instant global trafik (2) "Tetapkan Tujuan Hidup" (1) 10 Bisnis Penghasil Milyarder Tercepat (1) 2 (1) 7 Tips Memikat Lelaki (1) 7 Tips Memikat Wanita (1) 7 kesalahan fatal affiliate pemula (1) APRESIASI PUISI (1) ASI makanan terbaik bagi bayi (1) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL (1) BANK SOAL UASBN SD (1) BBM-program belajar BERMUTU (1) BBM|KOMPUTER+LAPTOP (1) BUKU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) BUKU AJAR PEMAHAMAN INDIVIDU (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study (1) CONTOH PENGEMBANGAN DIRI (1) CONTOH PERHITUNGAN PAJAK (1) DOWNLOAD - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) DOWNLOAD 31_jurus_menyempurnakan_PC.zip (1) Deskripsi Nilai (1) Download Software Gratis (1) FREE DOWNLOAD PTK BHS INDONESIA (1) Gambar Binatang Lucu (1) HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN (1) HUMAN ANATOMI (1) HopAd Builder clickbank (1) ICT LANJUTAN 2 (1) ICT LANJUTAN 3 (1) IDE PRODUK Yang Bisa DIJUAL TANPA Modal BESAR (1) IDENTIFIKASI MASYALAH (PTK) (1) ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN PRAKTIS (1) Ilmu Komputer + Gaya Pendidikan (1) KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (1) KODE ETIK GURU INDONESIA (1) Keterampilan Memfasilitasi (1) Konsep Jurnal belajar (1) LANDASAN TEORITIS Pengertian Metode (1) LATIHAN UAS/UASBN SD (1) LEARN MORE LEARN LESS (1) LPMP dan SPMP (1) MAKALAH (1) MERAJUT ASA MERAIH MIMPI (1) Mendulang uang lewat internet (1) OLAH RAGA 7 INDONESIA: GOLF (1) PANDUAN PENYUSUNAN SILABUS (1) PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN (1) PELAYANAN KONSELING (1) PENDIDIKAN INDONESIA (1) PENDIDIKAN LANJUTAN (1) PENDIDIKAN LANJUTAN 2 (1) PENGEMBANGAN PORTAL GURU PINTAR (1) PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU (1) PIGP (1) PRO KONTRA ANNE AHIRA (1) PROPOSAL PTK | FREE DOWNLOAD (1) PTK (1) PTK IPA (1) PTK MATEMATIKA (1) Pemahaman Pembelajaran Ber-Karakter (1) Program Induksi Guru Pemula (1) RPP SILABUS (1) RPP dan Silabus SD (1) SMU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) STANDAR KOMPETENSI GURU TIK SMK (1) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (1) STRATEGI PEMBELAJARAN (1) Sikat Virus Recycle (1) Syllabus (1) TIK | ICT (1) Teknologi Informasi dan Komunikasi bag 2 (1) Waspadai Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (1) anne ahira (1) bank soal (1) banner berjalan (1) banner best grades (1) bannerque (1) best grades (1) biz.bisnis (1) buku elektronik (1) buku elektronik smp (1) buku elektronik smu (1) contoh study kasus PTK (1) cotoh study kasus (1) detective dominator (1) ecoBALL (1) game matematika (1) gaming computer (1) golf (1) identifikasi asyalah (1) kajian kritis_bahasa indonesia (1) kegiatan TOT (1) kisi kisi ulangan harian (1) kompetensi Guru Pasca sertifikasi (1) ktsp silabus RPP all School (1) lesson study (1) meraih impian via motivasi (1) modul_kebahasaan (1) modul_kesusastraan (1) modul_media_ pembelajaran (1) modul_metologi pembelajaran (1) modul_pembelajaran berbicara (1) modul_pembelajaran membaca (1) modul_pembelajaran menulis (1) modul_pembelajarn mendengarkan (1) modul_penilaian (1) motivasi diri (1) panduan silabus+RPP (1) pendidikan sd (1) pippa middleton (1) portopolio induksi (1) potret pendidikan (1) program LPMP JAWA BARAT (1) silabus dan RPP (1) silabus/RPP SD/MI (1) soal olimpiade (1) succespul+home+garden (1)

Tukar daftar link