Minggu, 12 Juni 2011

Ilmu Komputer + Gaya Pendidikan




Bagaimana Mahasiswa Ilmu Komputer Belajar:
Mengkritisi Kurikulum dan Gaya Pendidikan
Kita
Romi Satria Wahono

Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
=>>
Sepulang dari study di Jepang tahun 2004, saya banyak mengajar di beberapa Universitas
di Jakarta, terutama di fakultas atau jurusan yang berhubungan dengan ilmu komputer
dan teknik informatika. Saya mengajar mata kuliah yang memang saya kuasai, dan terkait
langsung dengan tema penelitian saya. Diantaranya adalah mata kuliah Software
Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak), Algoritma dan Bahasa Pemrograman
(Algorithm and Programming Language), dan Basis Data (Database). Kebanyakan mata
kuliah tersebut diajarkan setelah semester 5 (tingkat 3 atau 4). Dalam interaksi belajar
mengajar di kelas, saya menemukan beberapa fenomena menarik berhubungan
pengetahuan mahasiswa dan kurikulum yang diajarkan di universitas. 
Saya menemukan tipe mahasiswa yang ketika saya terangkan dia kesulitan menangkap
beberapa konsep yang seharusnya sudah dia dapat di semester sebelumnya. Katanya, itu
tidak diajarkan di universitas tersebut. Fenomena ini terjadi dalam universitas yang
memotong (mengubah) beberapa kurikulum yang seharusnya diajarkan, karena tidak ada
SDM pengajar (dosen). Di lain pihak, saya menemukan fenomena lain dimana
mahasiswa mengatakan bahwa dia mengenal beberapa konsep yang saya singgung, hanya
dia lupa mata kuliah yang mengajarkannya. Fenomena ini terjadi di universitas yang
mencekoki mahasiswanya dengan mata kuliah berlebih, dengan argumentasi bahwa
supaya mahasiswa mendapat pengetahuan secara lengkap. Sering dosen mengajar bukan
pada bidang yang dikuasai, hal itu terpaksa dilakukan oleh universitas untuk mengejar
mata kuliah yang harus jalan. Dua-duanya ternyata membuat mahasiswa jadi linglung,
yang satu linglung karena memang tidak pernah diajarkan, dan yang lain linglung karena
terlalu banyak yang diajarkan. Intinya sih kedua-duanya sama-sama nggak ngerti.
Fenomena aneh lain tentunya masih banyak, misalnya mahasiswa tingkat 3 jurusan teknik
informatika (atau ilmu komputer) yang tidak kenal siapa Dennis Ritchie, tidak bisa
membuat program meskipun hanya untuk sebuah fungsi untuk memunculkan Hello
World (apalagi mengkompilenya), tidak paham tentang paradigma pemrograman, juga
1
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com


tidak paham apa itu kompiler, shell, pointer, fungsi, array, dan tentu semakin mual-mual
kalau saya sebut algoritma atau struktur data.
Bagaimana seorang mahasiswa Ilmu Komputer belajar? Saya mencoba memberi
gambaran umum dengan mengambil studi kasus bagaimana jurusan ilmu komputer di
Saitama University mengatur kurikulumnya. Saitama University bukan termasuk
universitas yang terbaik untuk ilmu komputer, umurnya masih sangat muda dengan SDM
pengajar (professor) yang juga terbatas, bahkan beberapa professor diambil dari jurusan
elektro untuk beberapa mata kuliah tertentu. Ini tidak mengurangi keseriusan universitas
untuk menyajikan pendidikan dan kurikulum terbaik untuk mahasiswa-mahasiswanya.
Saya mulai program undergraduate (S1) di Department of Information and Computer
Sciences, Saitama Univesity tahun 1995. Tingkat I (semester 1 dan 2), mata kuliah dasar
(kiso kamoku) sangat dominan. Kalkulus, statistik, probabilitas, fisika dasar, kimia dasar,
discrete mathematics, dan mata kuliah dasar lain banyak diajarkan. Semester 2 sudah ada
beberapa mata kuliah jurusan (senmon kamoku) yang diajarkan, diantaranya adalah
bahasa pemrograman, bahasa C (prosedural), HTML, dengan praktek lab untuk mengenal
Unix, shell, text editor (emacs), laTeX (TeX), gnuplot, kompiler, teknik typing 10 jari,
dsb. Pada saat masuk tingkat II (semester 3), saya menyadari bahwa mata kuliah tingkat I
membekali saya dengan beberapa tool dan konsep dasar, sehingga saya bisa survive
mengikuti proses belajar mengajar di tingkat selanjutnya. Lab komputer hanya berisi
Unix terminal. Seluruh laporan dan tugas harus ditulis dengan laTeX dengan text editor
emacs, apabila memerlukan bahasa pemrograman harus dibuat dalam bahasa C dan
dikompilasi dengan GCC. Apabila ada data yang harus ditampilkan dalam bentuk grafik,
bisa menggunakan Gnuplot. Setiap mahasiswa harus mempunyai situs web (homepage),
dimana selain berisi aktifitas pribadi, juga berisi seluruh laporan dan tugas yang
dikerjakan. Selain lewat situs web, laporan harus dikirim dengan menggunakan email ke
professor pengajar, dalam format PS atau PDF dengan source dari laTeX.
Yang menarik, bahwa gaya pendidikan yang ditempuh menganut konsep korelasi,
berhubungan, saling mendukung dan terarah dari semester 1 sampai akhir. Skill terhadap
komputer dan bahasa pemrograman juga cukup dalam, karena ada kewajiban menguasai
bahasa C, HTML, Unix, Linux, Shell, dsb yang bukan untuk ritualitas mata kuliah semata,
tapi untuk bekal sang mahasiswa supaya bisa survive di jenjang semester berikutnya.
Apakah tidak diajarkan paradigma dan bahasa pemrograman lain? jawabannya adalah
diajarkan, tetapi untuk konsumsi mahasiswa tingkat 3 (semester 5 dan 6). Pemrograman
berorientasi objek (Java), functional programming (LISP dan Scheme), dan Prolog
diajarkan pada semester 5 dan 6 untuk membidik supaya sang murid “nyantol” ketika
mengikuti mata kuliah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan Rekayasa
Perangkat Lunak (Software Engineering). Dan dengan sebelumnya menguasai bahasa
prosedural seperti C, kita semakin “ngeh” tentang pentingnya paradigma berorientasi
objek ketika mendalami mata kuliah tentang pemrograman berorientasi objek.
Korelasi mata kuliah ini nampak juga dari deretan gaya pengajaran, setelah mahir
berbahasa C, kita diminta ngoprek Minix yang terbuat dari bahasa C (sistem operasi
buatan Andrew S. Tanenbaum, yang menginspirasi Linus Torvald membuat Linux) pada
2
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com


mata kuliah Operating System (Sistem Operasi), membuat sendiri shell (dengan fungsi
yang mendekati bash dan cshell) diatas sistem operasi yang sudah kita oprek, dan diminta
mendesain dan mengembangkan bahasa pemrograman sendiri di mata kuliah Compiler
Engineering (teknik kompilasi). Berurutan, berhubungan, tetap fokus dan mendalam,
itu mungkin resep desain kurikulum yang diajarkan.
Pada saat tingkat 2 dan 3 itulah sang mahasiswa diarahkan untuk menuju arah
kompetensi sesuai dengan yang diinginkan. Dan yang pasti, hampir seluruh mahasiswa
mendapatkan “bekal” dan “skill” yang relatif sepadan untuk bergerak. Mahasiswa yang
ingin melanjutkan karier menjadi seorang Programmer, disiapkan mata kuliah Struktur
Data, Algorithm, Programming Language, Compiler Engineering, Automaton dan Formal
Language. Yang ingin jadi Software Engineer, harus fokus mengikuti mata kuliah
Software Engineering, Industrial Software Engineering, System Development
Engineering, Software Project Management, dsb. Yang ingin berkarier di perusahaan
animasi dan grafis, harus serius mengikuti mata kuliah Computer Graphics, Image
Processing, CAD Enginering, Pattern Recognition, dsb. Yang siap bergelut di perusahaan
Telekomunikasi, harus melahap mata kuliah Information Theory, Communication
System, Signal Processing, Speech Processing, dsb. Yang ingin ke arah Hardware, harus
menguasai mata kuliah Electronic Circuits, Electronic Devices, Computer Architecture,
Quantum Mechanics, Logic Circuits, dsb. Bagaimana dengan yang tertarik dengan
Kecerdasan Buatan? harus mau berpusing-pusing ria di mata kuliah Artificial
Intelligence, Expert System, Knowledge Engineering, Neural Network, dsb.
Rencana pengembangan karier ini semakin matang dan tertata ketika masuk ke tingkat 4,
seluruh mahasiswa harus menjalani 1 tahun terakhir di grup penelitian yang dipimpin
oleh seorang professor. Penelitian dan thesis (tugas akhir) sifatnya wajib dilakukan, untuk
memperdalam dan memahami implementasi riil dari bidang ilmu peminatan yang
direncanakan dan dicita-citakan sang mahasiswa. Apa itu bidang ilmu peminatan? Ya
bidang yang sudah saya sebut diatas tadi. Programming, Software Engineering,
Communication System, Computer Graphics, Artificial Intelligence, Computer Hardware,
Networking, dsb. Masing-masing professor dengan grup penelitian biasanya fokus di satu
atau dua bidang ilmu peminatan, termasuk didalamnya penelitian yang dilakukan dan
mata kuliah yang diajar. Tidak ada seorang professor Software Engineering yang
mendapat jatah mengajar mata kuliah Computer Graphics, karena memang bukan
bidangnya. Kalaupun bisa memberikan, tentu tidak menguasai the root problem (akar
permasalahan) yang ada di bidang tersebut, ini yang membuat mata kuliah jadi hambar,
tidak mendalam dan mahasiswa jadi bingung memahami apa hakekat dari mata kuliah
tersebut.
Jadi masing-masing mata kuliah ada arah, ada desain yang ingin dicapai, dan ini yang
dijelaskan di awal perkuliahan. Tidak ada kegiatan OSPEK yang berisi penyiksaan dan
penghinaan, tidak ada hura-hura pesta masuk perguruan tinggi, yang ada adalah
penjelasan tentang kurikulum secara komprehensif. Sang mahasiswa ingin menjadi apa,
tertarik di bidang apa, itu yang dibidik dan diarahkan oleh universitas dengan penjelasan
desain kurikulum beserta dengan mata kuliah apa yang sebaiknya diambil oleh sang
mahasiswa. Jumlah kredit untuk syarat kelulusan S1 juga tidak sepadat Indonesia, hanya

Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
sekitar 118, sudah termasuk didalamnya penelitian dan tugas akhir yang dihitung sekitar
10-12 kredit. Jadi total kredit dari mata kuliah hanya sekitar 106. Kelonggaran waktu
yang ada dapat kita gunakan untuk kerja parttime di perusahaan-perusahaan IT,
mengasah kemampuan jadi programmer, network engineer, admin, software designer,
dsb. Mahasiswa mendapatkan konsep di kelas, dan mematangkan diri di lapangan, tempat
kita menggarap project maupun tempat kerja. Itu adalah strategi penting dalam
mengkader para computer scientist.
Universitas di Indonesia yang membuka fakultas/jurusan Ilmu Komputer dan Teknik
Informatika harus berbenah. Tidak hanya berambisi mengejar jumlah murid karena
konsep aji mumpung (mumpung TI sedang booming, terima mahasiswa sebanyak
banyaknya), tapi juga harus bertanggungjawab terhadap figur dan karakter hasil didikan
dan lulusan universitasnya. Untuk para calon mahasiswa, pilihlah Universitas yang
memiliki kurikulum dan dosen pengajar yang baik. Jangan memilih jurusan karena trend,
ikut-ikutan teman, atau alasan tidak logis lainnya. Pilihlah karena memang kita berminat
untuk berkarier di bidang tersebut.

Biografi Penulis

Romi Satria Wahono. Menamatkan SMU di SMU Taruna Nusantara,
Magelang pada tahun 1993. Menyelesaikan program S1 dan S2 di
Department of Computer Sciences, Saitama University, Jepang tahun
1999 dan 2001. Saat ini program
program S3 pada jurusan yang sama.
Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kompetensi
inti pada bidang Software Engineering, eLearning System, dan
Knowledge Management. Aktif sebagai penulis, dimana ratusan tulisan
berupa scientific paper, artikel, dan tutorial telah diterbitkan dalam
berbagai proceedings conference, jurnal ilmiah, majalah, koran dan
portal, bertaraf nasional maupun internasional. Mendapatkan penghargaan dari PBB pada
pertemuan puncak WSIS (World Summit on Information Society) tahun 2003 di jenewa, sebagai
pendiri dari IlmuKomputer.Com. CEO dari PT Brainmatics Cipta Informatika, perusahaan IT
yang bergerak di bidang training dan consulting.

Informasi lebih lanjut tentang penulis bisa didapat melalui:
Email: romi@romisatriawahono.net
URL: http://romisatriawahono.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri komentar dengan santun dalam penyampaian sopan dalam bahasa motto kami dari anda, terimakasih atas komentar dan kunjungannya

PENDIDIKAN BERBASIS ICT

Post Populer

Label

BBM LANJUTAN (5) BAHAN BELAJAR MANDIRI (4) case study (4) BBM TIK | ICT (3) PERMENDIKNAS (3) BANNER (2) ICT (2) JARDIKNAS ONLINE (2) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (2) PENGEMBANGAN DIRI (2) info beasiswa mahasiswa (2) instant global trafik (2) "Tetapkan Tujuan Hidup" (1) 10 Bisnis Penghasil Milyarder Tercepat (1) 2 (1) 7 Tips Memikat Lelaki (1) 7 Tips Memikat Wanita (1) 7 kesalahan fatal affiliate pemula (1) APRESIASI PUISI (1) ASI makanan terbaik bagi bayi (1) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL (1) BANK SOAL UASBN SD (1) BBM-program belajar BERMUTU (1) BBM|KOMPUTER+LAPTOP (1) BUKU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) BUKU AJAR PEMAHAMAN INDIVIDU (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Lesson study (1) CONTOH PENGEMBANGAN DIRI (1) CONTOH PERHITUNGAN PAJAK (1) DOWNLOAD - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) DOWNLOAD 31_jurus_menyempurnakan_PC.zip (1) Deskripsi Nilai (1) Download Software Gratis (1) FREE DOWNLOAD PTK BHS INDONESIA (1) Gambar Binatang Lucu (1) HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN (1) HUMAN ANATOMI (1) HopAd Builder clickbank (1) ICT LANJUTAN 2 (1) ICT LANJUTAN 3 (1) IDE PRODUK Yang Bisa DIJUAL TANPA Modal BESAR (1) IDENTIFIKASI MASYALAH (PTK) (1) ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN PRAKTIS (1) Ilmu Komputer + Gaya Pendidikan (1) KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (1) KODE ETIK GURU INDONESIA (1) Keterampilan Memfasilitasi (1) Konsep Jurnal belajar (1) LANDASAN TEORITIS Pengertian Metode (1) LATIHAN UAS/UASBN SD (1) LEARN MORE LEARN LESS (1) LPMP dan SPMP (1) MAKALAH (1) MERAJUT ASA MERAIH MIMPI (1) Mendulang uang lewat internet (1) OLAH RAGA 7 INDONESIA: GOLF (1) PANDUAN PENYUSUNAN SILABUS (1) PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN (1) PELAYANAN KONSELING (1) PENDIDIKAN INDONESIA (1) PENDIDIKAN LANJUTAN (1) PENDIDIKAN LANJUTAN 2 (1) PENGEMBANGAN PORTAL GURU PINTAR (1) PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU (1) PIGP (1) PRO KONTRA ANNE AHIRA (1) PROPOSAL PTK | FREE DOWNLOAD (1) PTK (1) PTK IPA (1) PTK MATEMATIKA (1) Pemahaman Pembelajaran Ber-Karakter (1) Program Induksi Guru Pemula (1) RPP SILABUS (1) RPP dan Silabus SD (1) SMU - PENDIDIKAN SDN KASTURI II (1) STANDAR KOMPETENSI GURU TIK SMK (1) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (1) STRATEGI PEMBELAJARAN (1) Sikat Virus Recycle (1) Syllabus (1) TIK | ICT (1) Teknologi Informasi dan Komunikasi bag 2 (1) Waspadai Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (1) anne ahira (1) bank soal (1) banner berjalan (1) banner best grades (1) bannerque (1) best grades (1) biz.bisnis (1) buku elektronik (1) buku elektronik smp (1) buku elektronik smu (1) contoh study kasus PTK (1) cotoh study kasus (1) detective dominator (1) ecoBALL (1) game matematika (1) gaming computer (1) golf (1) identifikasi asyalah (1) kajian kritis_bahasa indonesia (1) kegiatan TOT (1) kisi kisi ulangan harian (1) kompetensi Guru Pasca sertifikasi (1) ktsp silabus RPP all School (1) lesson study (1) meraih impian via motivasi (1) modul_kebahasaan (1) modul_kesusastraan (1) modul_media_ pembelajaran (1) modul_metologi pembelajaran (1) modul_pembelajaran berbicara (1) modul_pembelajaran membaca (1) modul_pembelajaran menulis (1) modul_pembelajarn mendengarkan (1) modul_penilaian (1) motivasi diri (1) panduan silabus+RPP (1) pendidikan sd (1) pippa middleton (1) portopolio induksi (1) potret pendidikan (1) program LPMP JAWA BARAT (1) silabus dan RPP (1) silabus/RPP SD/MI (1) soal olimpiade (1) succespul+home+garden (1)

Tukar daftar link